Laporan Praktikum Perbanyakan Tanaman Perkebunan ::Tanaman Kopi

Kata Pengantar

Puji syukur kami sampaikan ke hadiran Allah Yang Maha Esa,  karena berkat kemurahanNya tugas laporan praktikum ini dapat saya selesaikan. Laporan ini akan membahas tentang kegiatan yang ada dalam praktikum perbanyakan tanaman perkebunan yang komoditi yang dipraktekan yaitu tanaman kopi.

Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen untuk memperdalam  pemahaman Tentang Perbanyakan tanaman Perkebunan yang saat ini sedang dipelajari dalam  perkuliahan.

Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Pekanbaru,    Desember 2010

Penyusun

LAPORAN PRAKTIKUM

PERBANYAKAN TANAMAN PERKEBUNAN

TANAMAN KOPI

BAB I

PROSEDUR KERJA

 

A.        Jalannya Praktikum :

  1. Persiapan tempat dimana tanah akan dijadikan media tanam dengan pekerjaan pertama melakukan pencangkulan
  2. Kemudian pemberian pupuk organik dan dicampur dengan tanah sehingga pupuk dapat tercampur dan kondisi tanah makin gembur sehingga unsur hara pada media tersedia dengan baik dan cukup
  3. Mengisi polybag dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk organik (kegiatan ini dilakukan seminggu sebelum dilakukannya penyetekan)
  4. Ukuran tinggi tanah pada polybag  2 cm dari bibir polybag
  5. Kemudian pada minggu selanjutnya dilakukan pekerjaan penyetekan, dengan langkah sebagai berikut;
  6. Pilihlah batang  kopi dari cabang autotrof / cabang perbanyakan
  7. Ambil bagian cabang pertengahan yang tidak terlalu tua atau terlalu muda
  8. Panjang ideal untuk bahan setek adalah ± 7-10 cm
  9. Potong bahan setek pada pangkal bagian ruas dengan dipotong miring sekitar 45 derajat, hal ini dilakukan untuk memperluas daerah perakaran.
  10. Kemudian kupil/potong bagian daun yang sepasang tersebut sekitar setengah dari luas daun, dilakukan untuk mengurangi laju transpirasi
  11. Setelah itu bahan setek tersebut diberi ZPT pada bagian bawahnya yaitu yang bakal menjadi akar untuk membantu mempercepat tumbuhnya akar.
  12. Lalu bahan setek ditanam dalam polibag yang telah disediakan
  13. Usahakan antara bahan setek satu dengan yang lain tidak bersenggolan daunnya, atau diatur jaraknya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

a)         Persiapan tempat untuk tanah yang akan dijadikan media tumbuh.

b)        Persiapan tempat untuk penempatan tanaman pada polybag yang berisi setek kopi.

c)         Dianjurkan dekat dengan tempat yang ada naungannya

d)        Dekat dengan perumahan dan sumber air

e)         Untuk minggu pertama melakukan pengolahan tanah dan mencampur dengan pupuk kandang serta pengisian polybag.

f)         Minggu kedua melakukan kegiatan penyetekan kopi dimana bahan tanaman yang telah didapatkan kemudian melakukan penyiraman dengan gayung atau gembor secukupnya, biasanya penyiraman paling ideal pada batas kapasitas lapang, sehingga tidak terlalu kurang atau kelebihan air

  1. B.        Pengamatan yang dilakukan :

Dalam praktikum ini yang harus diamati adalah sebagai berikut :

  1. Pengecekan kondisi tanah agar tidak kompak sebaiknya kita lakukan penggemburan kecil disekeliling tanaman dan penyiraman
  2. Kemungkinan terjadi layu, warna coklat, gugur daun, sebaiknya kita lakukan sulaman sesegera mungkin, karena bahan setek sangat rentan terhadap kondisi tempat yang baru.
  3. Kondisi batang apakah masih menunjukan warna hijau
  4. Kondisi daun apakah masih menunjukan warna hijau
  5. Kondisi bahan stek dari segala pengganggu pertumbuhan bahan setek, antara lain kekeringan misalnya, gangguan penyakit, jamur dll-nya sehingga sesering mungkin melakukan pengamatan.
  6. Pembuangan tunas wiwilan karena tunas ini sering tumbuh pada ketiak daun
  7. Menjaga kelembapan pada media tumbuh, lebih-lebih pada musim penghujan seperti sekarang ini

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

  1. A.      Asal Tanaman Kopi

Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika penggembala bernama Khalid mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam setelah memakan sejenis beri-berian. Ia pun mencoba memasak dan memakannya. Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunkan metode konvensional. Barulah beberapa ratus tahun kemudian biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih maju.Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya.Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).

B.        Syarat Tumbuh

Iklim yang Cocok untuk Tanaman Kopi 

Persyaratan iklim kopi Arabika : 

  • Garis lintang 6-9o  LU sampai 24o  LS.
  • Tinggi tempat 1250 s/d 1.850 m dpl.
  • Curah hujan 1.500 s/d 2.500 mm/th.
  • Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 1-3 bulan
  • Suhu udara rata-rata 17-21o  C.

 

Persyaratan iklim Kopi Robusta : 

  • Garis lintang 20o  LS sampai 20o  LU.
  • Tinggi tempat 300 s/d 1.500 m dpl.
  • Curah hujan 1.500 s/d 2.500 mm/th.
  • Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 1-3 bulan
  • Suhu udara rata-rata 21-24o  C.

 

Pengaruh angin : 

Pohon  tanaman  kopi  tidak  tahan  terhadap  goncangan  angin  kencang,  lebih dimusim kemarau. Karena angin itu mempertinggi penguapan air pada permukaan tanah perkebunan.  Selain  mempertinggi  penguapan,  angin  merebahkan pelindung yang tinggi, sehingga merusakkan tanaman  di bawahnya.

Keadaan Tanah

Sehubungan dengan tanah ini yang penting untuk dipelajari terutama sifat fisik tanah dan sifat kimia tanah :

> Sifat fisik tanah 

Sifat fisik tanah meliputi: tekstur, struktur, air dan udara di dalam tanah.Tanah untuk tanaman  kopi  berbeda-beda,  menurut  keadaan  dari mana  asal  tanaman  itu. Pada  umumnya  tanaman  kopi  menghendaki  tanah  yang  lapisan  atasnya  dalam,  gembur,  subur,  banyak  mengandung  humus,  dan  permeable, atau  dengan  kata  lain  tekstur  tanah  harus  baik.

> Sifat Kimia Tanah 

Sifat kimia tanah yang dimaksud di sini ialah meliputi kesuburan tanah dan PH. Di  atas telah dikemukakan, bahwa  tanaman menghendaki tanah yang dalam, gembur dan banyak mengandung  humus. Hal ini tidak dapat dipisahkan dengan sifat kimia tanah, sebab satu sama lain saling berkaitan Tanah yang subur berarti  banyak mengandung  zat-zat  makanan  yang  dibutuhkan oleh  tanaman untuk pertumbuhan dan produksi.

  1. C.          Budidaya Secara Umum

           

            Persiapan Lahan

  • Untuk tanah pegunungan/miring buat teras.
  • Kurangi/tambah pohon pelindung yang cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1: 8 dari jumlah tanaman kopi.
  • Siapkan pupuk kandang matang sebanyak 25-50 kg, sebarkan Natural GLIO, diamkan satu minggu dan buat lobang tanam 60 x 60, atau 75 x 75 cm dengan jarak tanam 2,5×2,5 hingga 2,75 x 2,75 m minimal 2 bulan sebelum tanam

Pembibitan

  • Siapkan biji yang berkualitas dari pohon yang telah diketahui produksinya biasanya dari penangkar benih terpercaya.
  • Buat kotak atau bumbunan tanah untuk persemaian dengan tebal lapisan pasir sekitar 5 cm.
  • Buat pelindung dengan pelepah atau paranet dengan pengurangan bertahap jika bibit telah tumbuh.
  • Siram bibitan dengan rutin dengan melihat kebasahan tanah.
  • Bibit akan berkecambah kurang lebih 1 bulan, pilih bibit yang sehat dan lakukan pemindahan ke polibag dengan hati2 agar akar tidak putus pada umur bibit 2 -3 bulan sejak awal pembibitan.
  •  Tambahkan pupuk NPK sebagai pupuk dasar (lihat tabel) hingga umur 12 bulan.
  • Siramkan SUPERNASA dosis 1 sendok makan per 10 liter air, ambil 250 ml per pohon dari larutan tersebut.
  • Setelah bibit umur 4 bulan semprotkan 2 tutup POC NASA per tangki sebulan sekali hingga umur bibit 7-9 bulan dan siap tanam

Tabel Dosis Pupuk Untuk Bibit Kopi

Catatan : Jenis dan dosis pupuk bisa sesuai dengan anjuran dinas pertanian setempat. Perhatikan kelembapan tanah agar bibit tidak terkena serangan karat daun.

Penanaman

  • Masukkan pupuk kandang dengan campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.
  • Usahakan saat tanam sudah memasuki musim hujan.
  • Lakukan penyiraman tanah setelah tanam
  • Hindarkan resiko kematian tanaman baru dari gangguan ternak.

Penyulaman

  • Lakukan penyulaman segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal.
  • Penyulaman dilakukan awal musim hujan

Penyiraman

  • Lakukan penyiraman jika tanah kering atau musim kemarau

Pemupukan

  • Pemupukan NPK diberikan dua kali setahun, yaitu awal dan akhir musim hujan.
  • Setelah pemupukan sebaiknya disiram.

Jenis dan Dosis Pupuk Makro sesuai table.

Catatan : Jenis dan Dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas pertaniam setempat

Cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh ¾ lebar tajuk, pupuk dimasukan dan ditutup tanah. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon atau siram atau kocorkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air setiap 3-6 bulan sekali. Semprotkan POC NASA 3-4 tutup + HORMONIK 1-2 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali.

Pemangkasan

Lakukan pemangkasan rutin setelah berakhirnya masa panen (pangkas berat) untuk mengatur bentuk pertumbuhan, mengurangi cabang tunas air (wiwilan), mengurangi penguapan dan bertujuan agar terbentuk bunga, serta perbaikan bagian tanaman yang rusak. Pemangkasan pada awal atau akhir musim hujan setelah pemupukan.

Penanaman Penaung Tanaman Kopi 
Ditanami  minimal  satu  tahun sebelum  penanaman  tanaman kopi.

Syarat – syarat  Pohon  Penaung 

  • Memiliki  perakaran  yang  dalam
  • Memiliki  percabangan  yang  mudah  diatur.
  • Ukuran  daun  relatif  kecil  tidak  mudah  rontok  dan  memberikan  cahaya  diffus.
  • Termasuk  leguminosa  dan  berumur  panjang  dan berumur  panjang.
  • Menghasilkan  banyak  bahan organic
  • Tidak  menjadi  inang  hama- penyakit  kopi.

Penanaman pohon pelindung

a)      Tanaman kopi sangat memerlukan naungan untuk menjaga agar tanaman kopi jangan berbuaterlalu banyak sehingga kekuatan tanaman cepat habis.

b)      Pohon pelindung ditanam 1 – 2 tahun sebelum penaman kopi, atau memanfaatkan tanaman pelindung yang ada.

c)      Jenis tanaman untuk pohon pelindung antara lain lamtoro, dadap, sengon, dll.

Pengaturan pohon pelindung

a)      Tinggi pencabangan pohon pelindung diusahakan 2 x tinggi pohon kopi

b)      Pemangkasan pohon pelindung dilakukan pada musim hujan

c)      Apabila tanaman kopi dan pohon pelindung telah cukup besar, pohon pelindung bias diperpanjang menjadi 1 : 2 atau 1 : 4

Pengendalian Hama dan Penyakit

  1. Hama
  2. Bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei) serangan di penyimpanan buah maupun saat masih di kebun . Pencegahan dengan PESTONA atau BVR secara bergantian
  3.  Penggerek cabang coklat dan hitam (Cylobarus morigerus dan Compactus ) menyerang ranting dan cabang. Pencegahan dengan PESTONA.
  4. Kutu dompolan (Pseudococcus citri) menyerang kuncup bunga, buah muda, ranting dan daun muda, pencegahan gunakan PESTONA, BVR atau PENTANA.+ AERO 810 secara bergantian
  1. Penyakit
  2. Penyakit karat daun disebabkan oleh Hemileia vastatrix , preventif semprotkan Natural GLIO
  3. Penyakit Jamur Upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor : Kurangi kelembaban , kerok dan preventif oleskan batang/ranting dengan Natural GLIO + POC NASA.
  4. Penyakit akar hitam penyebab Rosellina bunodes dan R. arcuata. Ditandai dengan daun kuning, layu, menggantung dan gugur. preventif dengan Natural GLIO.
  5. Penyakit akar coklat penyebabnya : Fomes lamaoensis atau Phellinus lamaoensis preventif dengan Natural GLIO.
  6. Penyakit bercak coklat pada daun oleh Cercospora cafeicola Berk et Cooke pencegahan dengan Natural GLIO
  7. Penyakit mati ujung pada ranting.Penyebabnya Rhizoctonia .Preventif gunakan Natural GLIO.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

Panen

Kopi akan berproduksi mulai umur 2,5 tahun jika dirawat dengan baik dan buah telah menunjukkan warna merah yang meliputi sebagian besar tanaman, dan dilakukan bertahap sesuai dengan masa kemasakan buah.

Pengelolahan Hasil

Agar dipersiapkan terlebih dahulu tempat penjemuran, pengupasan kulit dan juga penyimpanan hasil panen agar tidak rusak akibat hama pasca panen. Buah panenan harus segera diproses maksimal 20 jam setelah petik untuk mendapatkan hasil yang baik.

Penyebab Kerusakan Kopi Beras :

1. Biji keriput        : asal buah masih muda

2. Biji berlubang   :kopi terserang bubuk

3. Biji kemerahan : Kurang bersih mencucinya

4. Biji pecah          : mesin pengupas kurang sempurna, berasal dari buah yang terserang bubuk, pada saat pengupasan dengan mesin kopi terlalu kering.

5. Biji pecah diikuti oleh perubahan warna: mesin penguap dan pemisah kulit dengan biji kurang sempurna, fermentasi pada pengolahan basah kurang sempurna.

6. Biji belang        : pengeringan tidak sempurna, terlalu lama disimpan , suhu penyimpanan terlalu lembab.

7. Biji Pucat          : terlalu lama disimpan di tempat lembab

8. Biji berkulit ari : Pengeringan tidak sempurna atau terlalu lama, pada pengeringan buatan suhu awal terlalu rendah.

9. Biji berwarna kelabu hitam : pada pengeringan buatan suhunya terlalu tinggi.
10. Noda-noda cokelat hitam : pada pengeringan buatan, kopi tidak sering diaduk/dibolak-balik.

BAB III

PEMBAHASAN

Membahas Tanaman yang diamati

  • Kondisi  bahan stek dari segala pengganggu pertumbuhan, kekeringan misalnya, gangguan penyakit, jamur dll-nya sehingga sesering mungkin kita melakukan pengamatan. Kegiatan turun lapangan sesering mungkin apat dilakukan agar hal-hal diatas dapat teratasi denga baik. Sehingga diperlukan rutinitas pengecekan  dan dianjurkan tempat perbanayakan penyetekan tadi dekat dengan perumahan agar dengan mudah kita melakukan pengontroalan.
  • Kondisi batang apakah masih menunjukan warna hijau. Pengamatan ini sesering mungkin karena dengan keadaan batang yang masih hijau kita dapat mengambil kesimpulan bahwa bahan setek tadi masih hidup begitu juga dengan daun.
  • Pengecekan kondisi tanah agar tidak kompak sebaiknya kita lakukan penggemburan kecil disekeliling tanaman dan penyiraman. Tujuanya agar keadaan tanah tidak selalu kompak/ padat yang pada gilirannya akan meningkatkan infiltrasi pada saat hujan dan penyiraman serta memperlancar perkolasi udara tanah .
  • Kemungkinan terjadi layu, warna coklat, gugur daun, sebaiknya kita lakukan sulaman sesegera mungkin, karena bahan setek sangat rentan terhadap kondisi tempat yang baru. Sebelum melakukan kegiatan setek tadi sebaiknya kita lakukan stok bahan tanaman untuk setek dari kebun mana kita dapat, sehingga apabila setek pertama untuk kita mengalami hal diatas maka dengan segera kita dapat menggantikannya dengan selang waktu yang tidak lama.
  • Menjaga kelembapan pada media tumbuh, lebih-lebih pada musim penghujan. Agar terhindar dari serangan jamur dan aktifitas patogen lainya, sehingga tumbuh dengan optimal
  • Menjaga dari kekeringan pada musim kemarau dengan penyiraman. Agar tanaman tidak terjadi defisit kebutuhan air untuk pertumbuhannya
  • Pembuangan tunas wiwilan karena tunas ini sering tumbuh pada ketiak daun. Tujuannya agar tidak mengganggu petumbuhan dari tunas dan perakaran setek dalam hubungannya dengan tranportasi zat-zat makanan.
  • Pertumbuhan  dari gulma,Serangan dari hama,penyakit,jamur dan lainya. Kegiatan ini menunjang agar pertumbuhan bahan setek  baik. Dengan adanya tindakan preventif setidak mungkin kitat telah melakukan hal yang terbaik untuk kelanjutan pertumbuhannya .

KESIMPULAN

Dalam era perdagangan bebas, komoditas kopi sebagai bahan baku utama industri kopi bubuk, mutu menjadi penentu daya saing di pasar ekspor maupun dalam negeri. Dengan teknik budidaya yang baik dan sesuai maka bisa dihasilkan mutu produk (biji kopi) yang baik dan sesuai dengan kehendak konsumen. Hal tersebut perlu diperhatikan para pekebun kopi agar usaha taninya dapat berhasil baik, produksi kopinya tinggi dan pendapatan petani juga tinggi.

Ada empat faktor yang menentukan keberhasilan budidaya kopi, yaitu:

 
(1) teknik penyediaan sarana produksi,
(2) proses produksi/ budidaya,
(3) teknik penanganan pasca panen dan pengolahan (agroindustri)
(4) sistem pemasarannya.

Keempat faktor tersebut saling erat hubungannya agar budidaya kopi yang kita usahakan dapat memenuhi kulitas dan kuntitas yang diinginkan, sehingga prospek kedepan akan lebih baik,  baik itu dari pihak petani sampai pihak pengolah hasil serta produk-nya.

SARAN

Penyebaran budidaya kopi secara luas diindonesia sejauh ini  masih terpusat pada daerah-daerah dengan topografi yang berbukit, sehingga perlu ada upaya kedepan bagai mana budidaya kopi ini bisa menjamur keberbagai daerah seluruh indonesia. Melihat prospek dari hasil yang telah ada sangat menjanjikan, tinggal bagaimana petani kitu sendiri untuk membudidayakannya dengan pola yang baik, serta ada pihak-pihak yang selalu memberikan masukan tentang teknis budidaya kopi dengan baik tentunya .

DAFTAR PUSTAKA

AAK, Bercocok Tanam Kopi, Yayasan Kanisius, Yogya, 1980.

http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-kopi.html

Semangun Haryono, PENYAKIT TANAMAN PERTANIAN di Indonesia, Fak Pertanian  Univ. Gajah Mada, Yogya

Prianto,N., Budidaya Kopi (Jember : BPP Jember)

www.disbun.jabarprov.go.id

Direktorat Jenderal Perkebunan Direktorat Bin. Produksi, Buku Kegiatan Teknis Operasional Budidaya 1 (Jakarta : Direktorat Bina Produksi Ditjen Perkebunan, 1986).

 

Categories: Pertanian | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

alifahtanti

Coba tanya pada rumput yang bergoyang

My Life as a Runner

"Pain is inevitable. Suffering is optional." - Buddhist Aphorism

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

rony astrajingga'

Untuk saling berbagi.......

%d bloggers like this: